BRMP Jambi Dorong Penerapan Teknologi Padi Pasang Surut di Tanjung Jabung Timur
TANJAB TIMUR - BRMP Jambi mendorong percepatan penerapan teknologi peningkatan produktivitas padi di lahan pasang surut melalui Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian, POPT, dan Petugas Pengawas Benih di Gedung PKK Tanjung Jabung Timur, Selasa (18/11). Kegiatan yang diikuti 100 peserta ini menjadi ajang penyampaian informasi terbaru untuk memperkuat kapasitas SDM pertanian di daerah tersebut.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjung Jabung Timur, Sunarno, menegaskan pentingnya komitmen dan disiplin bersama untuk mendukung swasembada pangan sejalan dengan Asta Cita Presiden. Ia memaparkan arah kebijakan daerah, mulai dari optimalisasi lahan tidur, penguatan sistem perbenihan, mekanisasi dan digitalisasi pertanian, hingga perbaikan tata niaga agar kesejahteraan petani semakin meningkat.
Sunarno juga menyoroti tantangan produksi padi 2025 serta terbatasnya luas lahan yang mampu panen tiga kali setahun. Ia mendorong penggunaan varietas unggul berumur genjah dan meminta penyuluh aktif menyusun CPCL sebagai pintu masuk berbagai program bantuan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat efektivitas program peningkatan produksi padi di lapangan.
Dalam sesi teknis, BRMP Jambi melalui Husnul Ardi memaparkan lima pilar teknologi padi pasang surut, mulai dari pengelolaan air, ameliorasi lahan, penggunaan varietas unggul, mekanisasi tanam, hingga pemupukan berimbang dan pengendalian OPT ramah lingkungan. Paket teknologi ini diproyeksikan mampu meningkatkan produksi hingga 51 persen dan menaikkan hasil panen menjadi 6–7 ton per hektare. Sinergi antara BRMP Jambi dan pemerintah daerah diharapkan mempercepat penerapan pertanian modern dan berkelanjutan di Tanjung Jabung Timur.